Dengar, jangan lakukan apa-apa, jangan katakan apa-apa. Cukup baca dan pahami saja. Kamu tidak perlu membalasnya, tidak perlu juga terlalu memikirkannya.

Kalau kamu butuh teman untuk bercerita, kamu punya emailku, punya sosial mediaku untuk membaginya. Aku pasti akan membalasnya secepat aku bisa.

Kalau kamu butuh bahuku, selama memungkinkan aku juga bisa mengusahakan untuk ke sana. Bahuku untukmu kapan saja. Untuk bersandar ketika kamu lelah dengan dunia, atau untuk sekadar menyandarkan bahagia agar tidak berlebihan dalam menanggapinya. Mungkin tidak seberapa, tapi kadang hanya itu yang aku punya untuk bisa melihatmu kembali tertawa seperti biasanya.


Read More ...

6 comments



Rasanya berbeda setelah kamu tidak ada. Malam-malamnya, suasananya, apa saja. Karena hangat yang biasanya muncul begitu saja di dalam dada kapanpun kamu menyapa, kini tidak lagi muncul memanjakan mata. Hanya ada bayanganmu di kepalaku yang tidak bisa kulupa. 

Rasanya tidak lagi sama meski aku pun masih baik-baik saja. Aku masih bisa makan ayam goreng kremes kesukaanku, teh melati hangat, atau membaca buku. Masih bisa berjalan-jalan ke mall, menonton film, atau ke pantai yang aku suka. Masih bisa bekerja dan bersenang-senang. Tetapi pasti lebih menyenangkan kalau kamu masih ada.

Read More ...

15 comments


Aku tidak pernah lupa.

Aku tidak pernah lupa bagaimana menyenangkannya ketika kita tidak melakukan apa-apa, selain berbincang saja. Entah apa pun temanya, aku menikmatinya. Dari yang paling ringan tentang buku, film, sampai hal berat  seperti politik dan negara. Kita sering berbeda pendapat, tentu saja, terutama tentang politik dan negara. Tetapi tidak pernah masalah, karena justru bedalah yang membuatku bisa menemanimu berlama-lama. Kita bisa berdebat di sana.

Aku tidak lupa juga, bagaimana hanya dengan melihatmu, aku bisa tersenyum begitu saja. Aku tahu itu cinta, aku hanya tidak tahu apa kamu sebenarnya mengetahuinya. Kenapa juga kamu mau di sini bersamaku berlama-lama? Kenapa kamu selalu menjadikanku yang pertama kamu hubungi jika ingin berbicara? Cinta juga?

Tetapi aku tidak pernah (berani) menanyakannya. Terlalu takut juga untuk mengira-ngira kalau itu harapan. Jadi, aku tetap diam saja dan menikmati kapanpun kamu ingin aku di sana.

Aku juga ingat pada saat kita sering menyanyi bersama. Lagu-lagu Adele (kamu sering mengejanya A-de-le, dengan dele nya seperti kata kedelai di bahasa Jawa), Sheila on 7, Padi, Cokelat, Katy Perry, Natasha Beddingfield, John Mayer, dan lain-lain. Sampai aku suatu ketika memetik gitarku dan menyanyikan lagu yang masih asing bagimu.

           Broken pieces
A hundred kisses
A million views
Pictures of you
Read More ...

17 comments


1.
Pelan-pelan saja melepaskannya, tapi konsisten. Bukan berkali-kali nengok ke belakang.

2.
Kamu terlalu berani terus mengingat, terlalu takut melepas kenangan yang terlanjur kamu ikat.

3.
Kamu tidak bisa ke mana-mana kalau hanya memikirkan masa lalumu saja.

4.
Kalau kamu tidak menutup jalan kembali ke masa lalu, kasihan masa depanmu.


Read More ...

14 comments


Ya, aku tahu. Kita tidak bisa kembali ke masa lalu.
Ya, aku juga tahu. Sebenarnya sudah bukan waktunya lagi aku berbicara mengenai cinta, rindu, atau apa pun yang berkaitan dengan itu.
Tapi, Fey. Kadang-kadang aku memang kangen kamu. Kangen obrolan kita. Kangen meluangkan waktu bersama. Kangen melihatmu menggodaku sambil tertawa.
Kalau menurutmu aku sengaja mengingatnya, tidak juga. Aku tahu berdasar pengalamanku, Fey. Tidak seharusnya mengingat masa lalu jika memang sedang berusaha melupakan masa lalu. Itu sama saja berniat ke arah selatan, tapi kita berjalan menuju utara. Jadi kangen kamu itu bukan sesuatu yang kusengaja. Itu terjadi begitu saja. I dont want it, but it just happen like it.
Read More ...

8 comments



Sebenarnya aku ingin mengatakan, boleh saja pergi, tapi jangan lupa kembali. Tetapi tidak kamu dengarkan. Kesempatan yang aku berikan malah membuatmu lupa pulang.

Mungkin aku kurang berhati-hati. Atau mungkin kamu yang memang berniat pergi.

Kalau yang terakhir itu, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.



Read More ...

5 comments


1.
Luka ada untuk membuat kita belajar, bukan meratapinya dan membuat diri kita sendiri jatuh sampai dasar.

2.
Rasa sakit kadang tidak bisa dihindari, tapi menderita lebih lama atau bangun secepatnya itu kadang pilihan kita sendiri.

3.
"Can you tell me how to move on from you?" | "Nothing. Just keep it in your mind that I never love you."

4.
Kita, dua orang yang ingin bertegur sapa, tapi tidak tahu harus bagaimana memulainya.

Read More ...

7 comments


Kali ini saya tidak menulis fiksi dulu, jika boleh.

Ada yang pernah memiliki book of dreams?

Saya punya. Meski tidak dalam buku, tetapi dalam file dokumen di Word. Ada sekitar 73 mimpi di sana. InsyaAllah tidak akan berubah, tetapi boleh bertambah. Ini untuk mengingatkan saya agar tetap di jalur yang sama, dan harus mencapainya. Yang penting punya tujuan dulu, kalau tidak, bisa-bisa kita hanya berputar-putar saja. Tujuan membuat kita fokus, lebih terarah, dan enak menjalaninya.

Beberapa mimpi pernah saya ceritakan kepada orang lain. Salah satunya adalah “Suatu hari harus ada buku yang di namanya tertulis namaku.”

Tahun berlalu, tidak ada nama saya di satu pun buku. Tahun lagi berlalu, dan berlalu, dan berlalu. Entah berapa tahun, bertemu lagi dengan orang itu. Saya masih mengatakan hal yang sama. Dia tertawa. Keras. “Ini sudah tahun berapa?”
Read More ...

11 comments



Kalau suatu hari kamu bertanya apa yang paling bisa membuatku bahagia, aku akan menjawab, "Kamu saja."*



---------------
Read More ...

10 comments



Kalau kamu menua nanti. Dengan keriput di hampir seluruh kulitmu dan sudah tak lagi punya gigi. Dengan aku menuntunmu atau kamu menuntunku karena salah satu dari kita sudah tidak lagi mampu sempurna melangkahkan kaki. Dengan seharian meluangkan waktu hanya ngobrol, nonton tv, membaca koran, atau sekadar duduk-duduk sambil minum teh atau kopi.

Aku masih akan di sini, mencintaimu lagi.

Kamu mungkin tidak lagi secantik dulu. Tetapi kamu pasti masih cantik sesuai usiamu di mataku.
Kita mungkin juga tidak sekuat ketika masih muda. Tidak bisa ke mana-mana karena kaki kita sudah tidak sehebat biasanya. Tetapi waktu yang kita luangkan bersama akan lebih lama dari dulu waktu kita masih berumur dua puluh lima. Mungkin di sela-selanya, kita bercerita tentang masa lalu kita. Bukan, bukan masa lalu kita bersama orang lain. Kita, masa lalu kita berdua dari bertemu sampai sekarang kita menua. Pertengkaran-pertengkarannya, kebodohan-kebodohan mempertahankan ego siapa yang benar, kecerewatanmu dan kekeraskepalaanku, bla bla bla. Tetapi meski dengan semua itu, dengan semua pertengkaran dan ego kita waktu masih muda itu, kita masih bertahan,


Read More ...

4 comments



Kata orang, jangan beri semuanya kalau sedang jatuh cinta. Sisakan ruang di hati untuk dirimu sendiri. Agar tidak habis kalau dia pergi. Agar
masih ada kesempatan untuk jatuh cinta kembali.

Aku sudah mencobanya, tetapi kalau denganmu, aku tidak pernah bisa memberi sebagian saja. Aku selalu ingin memberi hatiku, sepenuhnya.

Read More ...

6 comments


1.
Yang benar-benar bersamamu lebih penting daripada 'pasangan yang kamu inginkan dalam imajinasimu'.

2.
Pada akhirnya, cinta akan mengerti ke mana dia harus menitipkan hati.

3.
Kita akan selalu berbeda, tidak bisa sama. Tetapi cinta akan membuat kita (seharusnya) bisa menerima.

4.
Kadang-kadang, kita terlalu jauh mencari, padahal yang terbaik sudah menemani.


Read More ...

27 comments


Pernah merasa selalu berusaha menarik perhatian seseorang dan sudah mencoba berbagai cara, tetapi semuanya tetap sia-sia?

Pernah merasa kangen sekangen-kangennya sampai tidak berani mengatakannya karena takut yang dikangenin tidak merasakan hal yang sama?

Pernah merasa benar-benar ingin memeluk seseorang tapi tidak pernah bisa melakukannya karena orang yang ingin dipeluk bukanlah siapa-siapanya kita?


Read More ...

11 comments


Yang, ini lucu sekali. Kamu yang kulukai, tapi sekarang ini aku yang sangat merasa menyesal sekali.

Kamulah yang selalu mampu membuat jantungku berdetak lebih kencang. Dulu. Kamulah yang selalu mampu membuat senyumku muncul begitu saja kapan pun mataku menangkapmu. Kamulah yang mampu membuatku tiba-tiba bahagia kalau ada sms atau telepon dengan namamu di layar teleponku. Sampai aku sering bertanya akhir-akhir ini, setelah kamu tak pernah di sini, dan merasakan pahitnya tanpa kamu lagi, "Bisakah kamu tetap di sini, menghabiskan waktu sepanjang hidupmu di sini? Bersamaku lagi. Tertawa lagi, bertengkar lagi, lalu saling memaafkan dan jatuh cinta kembali?"

Lalu aku terjaga dari lamunanku, karena kamu sudah lama tidak bersamaku lagi.

Yang, aku ingin kembali. Tapi kalau kamu tidak mau, aku mengerti.

Tapi kamu harus tahu ini. Kamu mungkin mengira, hanya kamu yang terluka, hanya kamu yang hampir setiap malam terjaga karena begitu dalam lukanya. Tetapi, Yang, aku juga. Meski mungkin juga kamu tidak akan mengerti lukaku seperti apa. Karena sering juga aku ingin sekali meneleponmu, sudah memandangi nomormu di layar handphoneku, tinggal memencet tombol hijau saja, tetapi tidak pernah berani memencetnya. Orang bilang itu memang karakter perempuan, tidak seharusnya menghubungi lebih dulu. Aku bilang, itu hanya egoku, yang tidak mau mengalah lebih dulu.

Yang, aku ingin bersamamu lagi. Tapi aku akan memahami kalau kamu sudah tidak mempercayai aku lagi.

Aku sudah berubah sekarang, Yang. Aku tidak pernah lagi melakukan apa yang sudah kamu larang. Dan meski kamu tetap akan ngotot pergi dan tidak mempercayai aku lagi pun, aku tetap tidak akan mengulanginya. Ini kemauanku sendiri, untuk menunjukkanmu kalau aku tidak mau hal yang sama terjadi lagi. Melukai seseorang yang aku cintai, tetapi ternyata aku sendiri yang merasakan sakit berkali lipat setelah orang itu pergi.

Aku seharusnya menyadari kalau ada hal-hal yang memang tidak bisa kamu terima. Seharusnya mengerti bahwa kalaupun itu menyenangkan untukku, belum tentu kamu menyetujuinya. Seharusnya aku paham, bahwa cinta adalah dua orang yang tidak boleh mementingkan egonya. Kalau memang menyenangkan untukku, tapi kamu terluka, buat apa?

Seharusnya aku lebih perasa.

Yang, aku ingin kita kembali seperti dulu. Kalau kamu harus menenangkan diri dulu, aku mengerti dan akan membiarkanmu. Aku akan menunggu. Menunggu sampai kamu memutuskan bisa atau tidak untuk kembali bersamaku. Tetapi kalaupun kamu tidak mau, kalaupun permintaan maafku tidak sanggup untuk menukar rasa sakitmu, tidak mampu untuk mengembalikan kepercayaanmu, aku pasti akan menyesal sekali telah melukaimu. Dan kalau ada yang bertanya apakah aku merindukanmu? Apakah aku sering tiba-tiba saja teringat kamu? Seberapa besar aku ingin bersama lagi denganmu?

Sebanyak denyut nadiku.

Itu jawabanku.

Tetapi kalau ternyata kamu masih tidak bisa melupakan betapa ngeyelnya aku ketika kamu menasehatiku, merasa benar dan selalu membantahmu, tidak bisa memaafkan kesalahan yang berulang kali kulakukan dan terus melukaimu, itu tidak apa-apa. Aku akan menerimanya. Aku hanya menyesali semua yang terjadi, Yang. Aku hanya harus bertahan dulu dari rindu yang selalu bertambah bertubi-tubi ini. Aku harus mengerti bahwa kita tidak akan bisa lagi seperti dulu. Karena tidak ada yang bisa kulakukan kalau memang harus begitu.

Tapi, Yang. Aku kangen kamu.








____________________
Awalnya terinspirasi lagu Raisa, "Pemeran Utama". Nulisnya sambil dengerin lagu itu dan lagu "When I was your Man" nya Bruno Mars (D*mn, what a very sad song).

Harus lebih sering menulis fiksi lagi. :)
Read More ...

15 comments


1.
Perhatikan batasan tipis antara memperjuangkan cinta dan memaksakan cinta. Yang kedua, selalu meninggalkan luka.

2.
Pilih yang semarah apapun, selalu mau melihat kembali sisi baik kita.
Karena ketika marah, orang akan melihat keburukannya saja. 
Tetapi jika memang mencintai, dia akan melihat kembali sisi baik yang dicintainya.

3.
Salah satu cara terbaik untuk tidak lebih lama bertengkar di antara pasangan adalah 'menutup' mulut.
Kalau keduanya sama-sama bertahan dengan egonya, tidak mau mendengar, setiap kata yang keluar bisa saja terus-terusan mendatangkan luka.

4.
Letakkan bahagia, di atas cinta.
Karena jika jatuh cinta, belum tentu membawa bahagia.
Sedangkan kalau bahagia, berkemungkinan besar mendatangkan cinta.


Read More ...

4 comments


Dia adalah penggemar Metallica, aku adalah penggemar Jason Mraz. Tapi pada saat Metallica ke sini, aku pun menonton konser itu. Dan pada saat Jason Mraz ke sini, dia menemaniku menontonnya.

Dia suka makanan pedas, aku tidak. Akhirnya aku memasak tidak terlalu pedas untuk kami berdua. Pelan-pelan, aku bisa makan yang cukup pedas, dan dia pun mulai bisa mengurangi makanan yang dulu lihat sambal atau cabenya saja bisa membuatku kepedasan tanpa harus merasakannya.

Dia tidak suka aku berpakaian seksi, dan aku tidak suka dia ke mana-mana berpakaian ala kadarnya. Untuk dihormati, kita harus terlebih dahulu menghargai diri sendiri. Lalu karena menghargainya, dan karena memang ada benarnya, aku mengurangi berpakaian seksi. Dia menganggapku berharga, jadi apa pun yang berharga seharusnya tidak diumbar ke mana-mana. Dan dia juga mulai merapikan diri ketika pergi ke mana-mana. Tidak harus berkemeja, kaos pun tidak apa-apa selama dia tetap rapi. Kami tidak berusaha menjadi orang lain, tetapi kami mau berubah untuk pasangan masing-masing. Kami menjadi diri kami yang lebih baik dari sebelumnya.


Read More ...

5 comments


Aku bahagia, meski kita tidak pernah benar-benar bersama.

Setidaknya aku tahu, kamu pernah memiliki perasaan yang sama. Setidaknya aku memiliki memori tentangmu yang kusimpan dalam entah berapa gigabyte besarnya di otakku. Setidaknya aku memiliki fotomu yang bisa kulihat kapan saja lalu membuat dadaku merasa hangat dan otomatis mulutku tersenyum begitu saja.

Kamu mungkin tidak akan datang lagi, aku mungkin juga sudah mengikhlaskanmu pergi (kalau tidak sekarang, setidaknya nanti pasti).

Read More ...

9 comments



1.
Still loving, but no longer waiting.

2.
Just because I love you, doesn't mean my happiness depends from you.

3.
Lepaskan sakit hatimu dan jatuh cintalah kembali.

4.
Tinggalkan hati yang lama pada tempatnya.


Read More ...

2 comments


Kalau kamu pergi, aku berjanji tidak akan lagi menahanmu, atau terus berusaha meyakinkanmu kalau aku bisa membuatmu jatuh cinta lagi kepadaku.

Kalau kamu pergi, aku berjanji akan mati-matian bertahan untuk tidak menanyakan kabar dan mencari tahu lagi tentangmu.

Kalau kamu pergi, aku berjanji untuk terus berusaha tidak peduli kepada siapa kamu akan menitipkan hati setelahku nanti.


Read More ...

9 comments



1.
Hujan di luar. Aku mengingat senyummu dan masih belum mengerti kenapa hal seperti itu saja bisa membuatku berdebar.

2.
Kadang aku rindu, tapi menyimpan itu hanya untukku.

3.
My heart says I miss you. My mind says I shouldn't tell you.

4.
Ada bagian dari mencintai diam-diam itu menyenangkan, seperti ketika kita bebas bercanda karena kamu tidak tahu kalau aku cintai, misalnya.


Read More ...

4 comments


Kita pernah menyewa satu kamar kos untuk tempat tinggal kita berdua. Kalau tidak salah, sebulan sebelum menikah, kita mencarinya. Berdua naik motor butut keliling kota Yogyakarta. Dan setelah menikah, kita langsung boyongan ke sana. Tanpa bulan madu, dengan acara pernikahan yang sederhana (itu pun dengan bantuan orangtua dan saudara kita), dengan uang secukupnya yang kita punya.

Kamu terpaksa mengundurkan diri dari tempatmu bekerja dengan gaji yang lumayan tinggi untuk ikut bersamaku. "Ke manapun suami pergi, seharusnya istri selalu mengikuti," itu katamu. Aku tidak pernah bisa cukup berterima kasih untuk itu sampai sekarang, mungkin juga sampai masa depan.


Read More ...

19 comments




Kalau ada yang bilang pemandangan pantai ketika matahari tenggelam itu menyenangkan, itu tidak ada apa-apanya bagiku jika dibandingkan kalau aku bisa menikmati secangkir teh melati di depanku dan secangkir latte di depanmu. Menikmati bagaimana kamu begitu seksama mendengar setiap ceritaku, menikmati bagaimana kamu duduk bersandar ke kursimu dan melipat tanganmu di dadamu. Aku tahu, kalau kamu sudah seperti itu, berarti kamu sedang fokus kepada sesuatu. Dalam hal ini, berarti fokus kepadaku, mendengarku, memperhatikanku. Rasanya selalu menyenangkan ketika kita berbicara, dan orang yang berbicara dengan kita, mendengarkan.

Aku tidak ingin itu berhenti. Aku ingin menikmati pemandangan yang kulihat ketika aku bercerita ini setiap hari. Diperhatikan, bukan sekedar didengar. Dimengerti, bukan sekedar ditemani. 

Aku juga ingat ketika kita terdampar di sebelah toko buku sambil menunggu hujan reda, kamu mengenakan kemeja merah kotak-kotak dan jins hitammu, lalu aku bercerita dengan semangatnya, dan di depanku kamu senyum-senyum saja. Tidak ada yang tahu, aku selalu membaca, menonton, atau mendengarkan radio mengenai apa pun yang kamu suka, agar ketika bertemu denganmu seperti itu, kita bisa berbicara begitu asiknya.


Read More ...

3 comments


1.
Aku pernah mencintaimu. Perhatikan kata 'pernah' di sana.

2.
You don't have to forget. You just have to let go.

3.
Some people act like they don't care. There's 'act' in it.



4.
Move on itu bukan melupakan. Hanya melepaskan. Menerima ada hal-hal yang memang tidak bisa dimiliki, lalu kembali berjalan.

Read More ...

32 comments


1.
Dia sudah tahu akhirnya tidak bisa bersama dan nekad menjalaninya. Pada akhirnya rasanya jauh lebih sakit ketika waktu pisahnya tiba.

2.
Dia selalu mencari kekurangan, sampai berujung tidak juga mendapat sesuai yang dia inginkan.

3.
Dia tidak juga beranjak dari masa lalunya, sampai-sampai hati lain tidak berani mendekatinya.

4.
Dia tidak berani mendekati, akhirnya kisah cintanya berakhir hanya sampai tahap mengagumi.


Read More ...

6 comments



Banyak yang bertanya tentangmu, Fey. Tentang bagaimana kabarmu sekarang, tentang kenapa kamu tidak pernah lagi aku ceritakan.

Anehnya, mereka malah lupa menanyakan kabarku, Fey. Apa aku baik-baik saja setelah kamu tidak ada? Apa aku bisa melepaskanmu setelah sekian lama? Apa aku masih mencintaimu (misalnya)?

Mereka lucu sekali kan, Fey? Teringat kamu, mungkin juga mengidolakanmu, tapi lupa tentang aku.

Padahal, Fey, mereka pasti tidak tahu kalau kenangan yang kulalui denganmu, maknanya sangat dalam--setidaknya untukku. Mereka tidak tahu kalau saking dalamnya perasaan itu, aku sampai kesulitan melepaskan saat memang aku terpaksa harus melepaskan. Mereka pasti tidak tahu betapa beratnya masa-masa dulu itu ketika aku benar-benar sangat rindu, tapi mati-matian bertahan untuk tidak menanyakan kabarmu. Mereka pasti tidak tahu bagaimana rasanya, aku berusaha agar tidak mencari tahu di semua sosial media tentang apa-apa yang berkaitan denganmu.

Read More ...

6 comments


Dia pasti sekarang bahagia bersamamu. 

Aku tahu ini karena aku mengenalmu.

Aku tahu kalau kamu akan memperhatikannya kalau dia sedang berbicara. Aku tahu kalau setiap melihatnya, kamu akan tersipu malu pada awalnya, sedikit memerah di pipimu, tetapi setelah itu kamu akan bermanja-manja, tapi juga sering membuatnya tertawa dengan banyolan-banyolan pintarmu. Kamu selalu seperti itu kalau jatuh cinta.

Read More ...

11 comments


1.
Dua orang yang ingin saling menyapa, tapi tidak ada yang berani memulainya.

2.
Dua orang yang pada akhirnya berpisah, karena salah satu dari mereka terlalu mencintai masa lalunya.

3.
Dua orang yang akhirnya sama-sama terluka karena terlalu mementingkan egonya.

4.
Dua orang yang setelah berjuang lama, akhirnya mengerti kalau tidak bisa saling memiliki.


Read More ...

5 comments


Aku suka memandangi hujan berlama-lama, tapi tanpamu, rasanya mungkin tidak akan lagi sama.

Aku suka ngobrol di telepon sampai ketiduran, tapi siapapun yang kemudian menemaniku melakukan itu, mungkin rasanya tidak akan senyaman ketika aku melakukannya denganmu.

Aku ingin kamu tinggal, tentu saja. Tidak ingin kita berpisah, tentu saja. Tapi aku bisa apa? Tiba-tiba saja kamu ingin pergi begitu saja. Kamu bilang hubungan ini tidak bisa lagi dipertahankan. Tetapi kamu tidak pernah mencoba, bertahan, sayang, dari mana kamu tahu hubungan ini tidak bisa dipertahankan?

Pada saat aku meminta untuk kita bicarakan dulu, kamu juga bilang kalau tidak ada lagi yang bisa dibicarakan. Kamu tidak pernah berusaha mencari tahu apa yang sebaiknya kita bicarakan, jadi dari mana kamu tahu bahwa tidak ada lagi yang bisa dibicarakan?


Read More ...

8 comments


1.
If I say, "I miss you," will you answer me, "I miss you too"?

2.
Kamu tidak tahu kan, kalau aku cintai diam-diam?

3.
"Define me, 'Happy'." | "You. Right here, laugh with me."

4.
Aku sudah pernah merencanakan untuk mengungkapkan perasaan, lalu kamu tersenyum saja, rencanaku langsung berantakan.
Read More ...

6 comments


Perempuan ini, diam di sini. Mengenang. Di tempat yang sama yang selalu dia lakukan bersama lelakinya.

Tadi si pelayan laki-laki menyambutnya dengan tersenyum, tapi begitu tahu perempuan ini memesan juga espresso selain teh melati dan roti favoritnya, pelayan langsung mukanya terlihat sedih. Tetapi kerja adalah kerja, jadi mau tidak mau dia harus melayani pelanggannya.

Pelayan itu pergi. Berbisik kepada temannya, pelayan perempuan di sana. Lalu pelayan perempuan pun menghembuskan napas panjang sambil mengelus dadanya.

Perempuan ini masih di sini. Di meja paling pojok dekat jendela. Seharusnya hari ini jangan hujan, batinnya sambil mengelap satu tetes air mata yang sudah di pelupuk matanya. Mencegah agar tidak jatuh begitu saja. Lalu tatapan matanya kosong menatap percikan-percikan air di jendela.


Read More ...

7 comments

Aku masih mencintai, meski tidak lagi berusaha membuatmu peduli. Masih memperhatikan meski tidak lagi terlalu terus terang. Masih merindukan percakapan-percakapan kita di waktu luang meski setiap hari rindu itu terus berusaha aku kurangkan. Masih otomatis tersenyum begitu saja kapan pun ingatan tentangmu tiba-tiba mengunjugi kepala.

Masih jatuh cinta. Meski tidak lagi mengusahakannya.

Masih selalu ingat kamu di saat aku tidak sedang melakukan apa-apa. Karena cinta membuat orang tidak mudah lupa meski kita sudah benar-benar melepaskannya.

Read More ...

17 comments


1. 
Dia menyakitiku sampai sekarang. | Dia menyakitimu hanya waktu itu. Kamu yang terus membawa rasa sakit hatimu sampai sekarang.

2.
Ada yang berkata dalam hati, "Kalau dulu aku berani mengatakan cinta, barangkali, saat ini kita yang bersama, bukan dia." Ada.

3.
Rasa sakitnya hanya sementara, meratapinya yang membuatnya lebih lama.

4.
Its been a while since I decide to go away. Now I wonder, what if that day I choose to stay?


Read More ...

3 comments


Sebenarnya kamu bisa menghubungiku di sela-sela kesibukanmu. Tidak harus terlalu sering, tapi cukup menunjukkan kalau aku kamu perhatikan.

Sebenarnya juga, kamu bisa kadang-kadang mengajakku makan. Tidak harus di restoran, kalau makan bersamamu, aku sudah cukup senang meski itu hanya pecel lele atau mi ayam di pinggir jalan.


Read More ...

15 comments


Ini untuk kamu, 
yang membuatku melalui kenyamanan-kenyamanan ketika menghabiskan waktu bersamamu. Yang bisa membuatku tertawa dengan hangatnya dan membuatku menjadi berharga seberharga-berharganya wanita.

Ini untuk kamu, 
yang mulai membuatku mengerti arti sebenarnya dari rindu. Yang membuatku bahagia ketika sms darimu datang atau kamu meneleponku. Yang membayangkanmu ketika malam datang sebelum mataku memejam. Yang setiap mendengar lagu apa pun, aku selalu teringat kamu. Yang membuatku rela kalau harus menunggumu di kafe atau di taman sampai kamu datang.

Ini untuk kamu,
yang membuat hatiku jatuh dan tidak mau kuambil lagi. Yang merasakan betapa menyenangkannya kalau selalu bisa meluangkan waktu bersamamu. Yang selalu menunggu waktu makan siang agar bisa makan bersamamu dan juga jam pulang agar bisa pulang bersamamu. Mengeluarkan cerita demi cerita, menikmati kafe yang berbeda hanya untuk tahu mana yang menyediakan kopi dan cokelat paling enak, atau hanya duduk saja di mana saja. Berdua. Itu menyenangkan. Itu membahagiakan.


Read More ...

12 comments


1.
Sudah lelah belum mempertahankan yang tidak ingin dipertahankan?

2.
Why you choose to stay when you know no matter what, it will hurt you anyway?

3.
Tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu pertahankan. Ada hal-hal yang memang harus dilepaskan.

4.
Ada yang mengeluh tidak bisa melepaskan padahal dianya sendiri yang stalking terus-terusan. Ada.


Read More ...

3 comments


Dia adalah yang pertama kali selalu mengucapkan 'Selamat pagi' padaku. Dan pasti akan dilanjutkan, "Sarapan apa hari ini?" dan "Yang semangat kerjanya, ya." Kapan pun dia melakukannya, ada perasaan hangat di dada. Mungkin memang benar apa kata orang, sangat menyenangkan ketika kita diperhatikan.

Aku akan senang dengan setiap telpon atau pesan pendeknya di hpku. Meski itu sekadar, "Hai, kamu sedang apa?" atau "Dor! Hayoo lagi apaaa? Ngelamunin aku ya?" atau juga sesederhana, "Jangan lupa makan, nanti maagmu kumat. Kalau aku gak lagi di sana, siapa yang akan merawat?" Menyenangkan ketika menyadari sebenarnya kita tidak sendirian. Ada orang di luar sana yang selalu ingin kita baik-baik saja. Memastikan agar kita tidak kenapa-kenapa. 

Read More ...

11 comments

~

Gak penting pergi ke mana. Kalau bersama kamu, ke mana saja aku bisa bahagia.

~
Kalau definisi jatuh cinta adalah 'merasa nyaman', berarti aku jatuh cinta denganmu setiap harinya.

~
Kalau bersamamu, aku bahkan bisa tetap merasa damai meski di tempat ramai.


~
"Define me, 'Happy'." | "You. Right here, laugh with me."


Read More ...

2 comments


Kemarin, aku mendengar lagu "P.s. I love you" dari The Beatles, lalu teringat kamu yang sering menyanyikan lagu itu.

Kemarin, aku meminum cappuccino di kafe yang selalu kita datangi dulu. Satu cappuccino, dan satu hot chocolate yang kuletakkan di meja seberang seolah-olah kamu sedang bersamaku.


Read More ...

5 comments



Dari tulisan blog di "Kita".
Backsound dari "Sad Piano".



Read More ...

11 comments


1.
Love doesn't mean there's no fight or there's always happiness. Love is whatever happen, they try to find ways to stick together.

2.
Kalau niatnya baik, jangan terlalu banyak berpikir dan berharap. Lakukan saja. Fokus pada niatnya.

3.
You can only be beautiful when you feel beautiful.

4.
"Jangan berusaha memeluk sesuatu yang sudah kamu perkirakan tidak akan sanggup kamu peluk."


Read More ...

1 comments


Tanpa kamu, aku masih bisa mendengarkan lagu dan menyanyi tanpa kenal waktu. Bersenang-senang meski setelah itu kelelahan.

Tanpa kamu, aku masih bisa menikmati perjalanan meski itu cukup panjang. Memandangi sawah dan gunung, sampai akhirnya ketiduran.

Tanpa kamu, aku masih bisa tertawa melihat Opera van Java sampai berairmata. Sambil tiduran atau ngopi di depan komputer untuk bekerja.

Tapi mungkin aku tidak harus berusaha terlalu keras menikmati semuanya, kalau ada kamu.

Kalau ada kamu.
Read More ...

4 comments


Kamu pernah luka, tapi kamu kemudian bisa kembali berbahagia.
Kamu pernah menangis, tapi kamu bisa kembali tertawa.
Kamu pernah patah hati, tapi kamu kemudian bisa jatuh cinta lagi.

Kamu akan tetap memiliki masa jatuh. Mungkin lebih dari sekali. Tapi dulu kamu selalu bisa bangun lagi. Begitu juga dengan jatuhmu yang ini.

Read More ...

3 comments

Dia


Kamu, yang menjanjikan cintamu lebih besar daripada dia. Yang mengajakku pergi sejauh-jauhnya dan bersumpah bisa membuatku lebih bahagia daripada dia.

Sekarang ini, di tengah malam buta ini, aku sedang teringat dia. Dia yang memang tidak memiliki banyak hal di dunia. Tidak memiliki apa yang kamu miliki dan tidak bisa memberikan kemewahan seperti yang kamu janjikan. Dia, yang memiliki banyak kekurangan.

Aku ingat, dulu, pada saat dia melihatku selalu naik angkot, dia kemudian bekerja lebih keras dari sebelumnya. Kadang sampai larut malam dan bangun lebih pagi dari biasanya. Dia mengumpulkan semua uang hasil lemburnya, lalu menggunakannya sebagai uang muka untuk membeli sebuah sepeda motor untukku; meski bekas, meski dengan cara kredit. Lalu untuk membayar angsurannya, dia tetap bekerja lembur seperti biasa, dan juga mengurangi uang makannya. Kadang aku melihat dia hanya sarapan dengan lauk tempe dan kecap. Makan siang pun akan membawa dari rumah dengan bekal seadanya.


Read More ...

2 comments


1.
Jangan terlalu meratapi kesedihanmu yang ini. Karena kalau mau berjalan lagi, bahagiamu akan kembali.

2.
Dont just sit around and feel the pain. Stand up, think, and do something.

3.
Ini aku, masih berdiri meski kamu melepasku.

4.
Tinggalkan hati yang lama pada tempatnya.
Read More ...

2 comments


Lelaki ini, memuja perempuan itu. Lebih dari segalanya. Lebih dari semua orang yang dikenalnya selain keluarganya.

Lelaki ini hafal tentang semua hal-hal kecil dari perempuan itu. Dari warna yang dia suka, makanan, buku, film, tempat nongkrong, merek baju, dan lain-lain. Dia akan mengenangnya ketika malam, bahkan quick dial di hp yang nomor satu adalah perempuan itu. Berjaga-jaga agar kapanpun dia bisa dengan cepat menghubunginya.

Lelaki ini akan datang jika perempuan itu memintanya sesibuk apa pun dia. Bagi dia mata perempuan itu adalah bahagianya. Dia akan rela berlama-lama menjaganya. Tidak hanya waktu, tapi hatinya.

Read More ...

3 comments


1.
Salah satu kesalahan kita yang paling besar mungkin adalah tidak pernah merasa cukup, tapi tidak menyadarinya.

2.
Banyak yang merasa tidak mendapat terbaik dari yg mereka inginkan karena mereka tidak menyadari bahwa yang terbaik itu sudah mereka miliki.

3.
Nikmati lebih banyak kebersamaannya, kurangi lebih banyak mengeluh kekurangannya.

4.
Kalau rencana Tuhan dan rencana kita berbeda, rencana Tuhan selalu lebih baik. Tapi bisa jadi kita baru menyadari nanti.


Read More ...

3 comments