Tampilkan postingan dengan label My Shout. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Shout. Tampilkan semua postingan


Kali ini saya tidak menulis fiksi dulu, jika boleh.

Ada yang pernah memiliki book of dreams?

Saya punya. Meski tidak dalam buku, tetapi dalam file dokumen di Word. Ada sekitar 73 mimpi di sana. InsyaAllah tidak akan berubah, tetapi boleh bertambah. Ini untuk mengingatkan saya agar tetap di jalur yang sama, dan harus mencapainya. Yang penting punya tujuan dulu, kalau tidak, bisa-bisa kita hanya berputar-putar saja. Tujuan membuat kita fokus, lebih terarah, dan enak menjalaninya.

Beberapa mimpi pernah saya ceritakan kepada orang lain. Salah satunya adalah “Suatu hari harus ada buku yang di namanya tertulis namaku.”

Tahun berlalu, tidak ada nama saya di satu pun buku. Tahun lagi berlalu, dan berlalu, dan berlalu. Entah berapa tahun, bertemu lagi dengan orang itu. Saya masih mengatakan hal yang sama. Dia tertawa. Keras. “Ini sudah tahun berapa?”
Read More ...

11 comments



Karena pengen mendokumentasikan di sini menjadi sebuah buku yang bisa dibawa ke mana-mana, akhirnya desain-desain isi buku beserta cerita-cerita baru. :)
Read More ...

2 comments


Ada momen tertentu dimana seseorang bisa merasa bosan, tidak nyaman, atau 'jatuh'. Momen yang tidak membahagiakan sama sekali. Tapi sebenarnya kita bisa membangkitkan kembali kebahagiaan kita dalam sepuluh menit atau kurang. Bagaimana caranya?


  1.  Menarik napas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum. 
      Karena kita harus ‘tahu’ bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu.

     2. Menerima, dan terus berjalan.

      “Yang memang milikmu, pasti akan menjadi milikmu.
      Yang memang bukan milikmu, pasti tidak akan menjadi milikmu.
      Dan yang memang belum waktunya datang, juga tidak akan datang sekarang.
      Bagian mana yang belum kamu mengerti?”*

Read More ...

12 comments


Hei, Its my birthday! 

Saya tidak akan memperdebatkan apakah saya harus berbahagia karena usia saya bertambah atau seharusnya tidak berbahagia karena justru umur saya berkurang. Pada intinya saya harus berbahagia pada apa pun juga. Itu salah satu cara untuk berbahagia. Eh, atau memang satu-satunya cara.

Untuk menjawab mungkin ada yang bertanya how old I am, im 31. Pretty old, ha? Tapi jiwanya masih muda kok. Hahaha.

Read More ...

16 comments


Kata orang, jika kamu tidak bisa mengatakan perasaanmu, tuliskan dulu. Ini, ini aku sedang menuliskannya. Menuliskan perasaanku.

Tapi tentu saja aku tidak begitu pandai menulis, jadi aku akan menuliskannya semampuku.

Kita itu sebenarnya lucu. Saling menemani, tapi tidak pernah ada ucapan saling mencintai. Meski kamu dan aku sama-sama tahu, bahwa setidaknya, aku mencintai. Mencintaimu. Dan kamu tahu benar tentang mencintainya aku itu. Karena tidak ada yang bisa ditutupi, apalagi dengan sebegitu seringnya aku memujimu, dan sebegitu memperhatikannya aku detail tentangmu.

Read More ...

12 comments


Sudah, teman. Dia tidak mencintaimu. Terima, lalui, dan berjalanlah kembali.

Kamu mengira dia juga punya perasaan yang sama denganmu, meski ternyata kenyataannya tidak. Sebenarnya sederhana, kalaupun kamu membuat dia bahagia bukan berarti kamu membuat dia jatuh cinta. Itu beda. Pun ketika dia memujimu juga, bukan berarti dia menyenangimu. Kadang memuji artinya memuji. Itu saja. Bukan mencintaimu. Kamu salah mengerti. Tapi, tidak apa. Hal seperti itu sering terjadi.

Lagipula kamu mau apa? Kalaupun kamu akan datang ke tempat mana pun dia memintamu datang, atau menemaninya sepanjang waktu dari pagi sampai pagi lagi hanya untuk mendengarnya bercerita dan membuatnya tertawa, atau membuatkannya hal-hal istimewa seperti kejutan dan semacamnya untuk membuatnya bahagia, well masalahnya, teman, dia tidak mencintaimu. Terima saja.

Read More ...

27 comments