Tampilkan postingan dengan label Flashfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flashfiction. Tampilkan semua postingan

 Hai. 

Aku tau kita sudah lama tidak berbicara lagi atau saling menemui. Pilihan kita bersama, tidak apa. Sesuatu terjadi dan harus kita maklumi yang terlanjur terjadi. 

Apa kamu baik-baik saja? Masih kadang tiba-tiba kulitmu membiru meski tidak terantuk apa-apa lalu sembuh sendiri juga? Masih suka bakso yang jauh dari rumahmu itu? Masih suka main game catur online sama orang-orang di seluruh dunia? Masih suka ngasih kulit ayammu sama orang yang kamu suka? Masih suka bikin orang yang kamu nyaman bersama mereka tertawa? Tapi juga masih cool bersama orang yang memang tidak terlalu dekat denganmu? 

Masih tidak bisa mengatakan tidak buat orang yang minta bantuan juga ya? Atau sekarang sudah bisa? Masih suka minum dari atas pegangan mug karena itu tempat yang tak pernah disentuh pelanggan lainnya? Kalau makan masih dimulai dari yang tidak kamu suka dulu, lalu yang paling kamu suka selalu sisa banyak dan kamu makan terakhir gak? 

Kopi hitammu masih suka dari panas yang tidak mendidih dengan satu setengah sendok gula saja? Kalau vanila late juga masih suka? Masih minum teh merek tong jhi atau sudah mulai rutin teh ala angkringan Solo yang dulu selalu kamu coba resepnya? Sekarang sudah ketemu yang pas sesuai selera? 

Kita dulu menyenangkan ya? Aku sampai hapal semua kesukaanmu, pun juga kamu. Kita sampai sering bercanda kalau kita itu mungkin punya kemampuan super yang tidak pernah kita tau. 

Ingat gak, kalau aku lagi di mana, cerita marah-marah di chat tentang kasir, teman kerja, macet, dan lain sebagainya? Kamu akan mengirimkan chat, meme, atau video lucu. Sederhana. Tapi aku tau kamu berusaha agar moodku kembali dan bisa tertawa. 

Oya, kamu masih tidak suka begadang? Hahaha. Aku inget kalau kita telponan, kamu selalu ketiduran. Aku pengen marah, tapi juga kasihan karena kamu selalu bangun jam 3 atau 4 seperti sudah kebiasaan. 

Masih alergi kutu kucing? Yang gatalnya bisa berminggu-minggu dan bekasnya belum ilang sampai tahunan? Setiap ingat itu aku selalu kasihan kamu. Tapi ya kucing liar kan selalu banyak, dan gak bisa menghindar. 

Kamu jangan terus-terusan gak enakan sama orang ya. Takut dimanfaatkan. Jangan suka terus berusaha membuat orang lain bahagia. Kebahagiaanmu sendiri jangan lupa. Kurangin ngopinya juga, ingat lambungmu pas kebanyakan ngopi kayak gimana. 

Tapi kamu apa kabar? Baik-baik saja? Tidak banyak cerita yang bisa kubaca karena kamu masih seperti dulu, jarang upload sosial media tentangmu. Kan menjengkelkan ya? Pengen tau tentang kamu jadi gak bisa. Sengaja ya? :) 

Apa kabar mama papa? Adikmu juga. Sehat semua kan? Semoga. 

Ya sudah ya. Semoga kamu baik-baik saja. Bahagia jangan lupa. Sehat juga. 


Hai. Kalau kamu membaca ini (siapa tau kamu sepertiku, mencari tau sosial mediaku), 

Aku tidak tau perasaanmu. Tapi kalau aku, aku paling kangen kamu.






Read More ...

3 comments

Tidak ada lagi yang sama. Tempat yang biasa kita datangi, warung mi ayam langganan kita, atau kacang rebus pinggir jalan di pojok perempatan dekat pos polisi. Rasanya sama, tetapi tetap suasananya berbeda.

Dulu, kalau ada kamu, aku menikmati setiap detiknya. Sekarang, aku ingin semua berlalu secepatnya. Sayang sekali, semua tempat itu adalah tempat yang memang aku sukai, jadi mau tidak mau, aku akan ke sana menikmati hari.

Setiap kali di tempat-tempat itu, bermunculan kamu di mana-mana. Di depanku sambil tertawa, membeli kacang rembus sambil bergurau dengan penjualnya karena seringnya kamu membeli darinya, atau kamu mengerutkan dahi setiap aku menambahkan empat sendok sambal ke mi ayamku. Kamu tahu aku selalu melakukannya, tetapi kamu tetap merasa heran setiap kali melihatku memasukkan begitu banyak sambal ke makanan apa saja.

Read More ...

6 comments



Dua tahun mengenalmu, membuatku hafal dengan kebiasaanmu.

Yang selalu menambah satu air mineral kalau memesan minuman apa pun. Katamu, yang manis untuk nongkrong sama aku, yang air mineral untuk hausmu.

Yang selalu geleng-geleng kepala setiap aku memborong buku atau sedang mengetik fiksi untuk blogku.

Yang selalu tertawa melihatku menghirup aroma kopiku sebelum meminumnya.


Read More ...

2 comments


Kadang-kadang, aku kangen kamu. Kangen ketika kita sering ngobrol dan tertawa dulu. Kangen ketika kita berdua duduk berhadapan dengan secangkir kopi Lampung hitam di mejaku dan secangkir teh melati di mejamu. Kangen menemanimu bercerita seolah sebuah kamus humor berjalan yang memiliki stok cerita lucu yang tak ada habisnya.

Atau kangen ketika berkaraoke berdua, dengan suaramu yang ngebass dan sering falsnya tapi dengan pedenya terus berteriak-teriak dengan entah nada apa. Saat lagunya sedih kamu akan pasang juga muka sedih, sok serius menghayati lagu.


Read More ...

2 comments


Tanpa kamu, aku masih bisa mendengarkan lagu dan menyanyi tanpa kenal waktu. Bersenang-senang meski setelah itu kelelahan.

Tanpa kamu, aku masih bisa menikmati perjalanan meski itu cukup panjang. Memandangi sawah dan gunung, sampai akhirnya ketiduran.

Tanpa kamu, aku masih bisa tertawa melihat Opera van Java sampai berairmata. Sambil tiduran atau ngopi di depan komputer untuk bekerja.

Tapi mungkin aku tidak harus berusaha terlalu keras menikmati semuanya, kalau ada kamu.

Kalau ada kamu.
Read More ...

4 comments

Dia


Kamu, yang menjanjikan cintamu lebih besar daripada dia. Yang mengajakku pergi sejauh-jauhnya dan bersumpah bisa membuatku lebih bahagia daripada dia.

Sekarang ini, di tengah malam buta ini, aku sedang teringat dia. Dia yang memang tidak memiliki banyak hal di dunia. Tidak memiliki apa yang kamu miliki dan tidak bisa memberikan kemewahan seperti yang kamu janjikan. Dia, yang memiliki banyak kekurangan.

Aku ingat, dulu, pada saat dia melihatku selalu naik angkot, dia kemudian bekerja lebih keras dari sebelumnya. Kadang sampai larut malam dan bangun lebih pagi dari biasanya. Dia mengumpulkan semua uang hasil lemburnya, lalu menggunakannya sebagai uang muka untuk membeli sebuah sepeda motor untukku; meski bekas, meski dengan cara kredit. Lalu untuk membayar angsurannya, dia tetap bekerja lembur seperti biasa, dan juga mengurangi uang makannya. Kadang aku melihat dia hanya sarapan dengan lauk tempe dan kecap. Makan siang pun akan membawa dari rumah dengan bekal seadanya.


Read More ...

2 comments


Lelaki ini, memuja perempuan itu. Lebih dari segalanya. Lebih dari semua orang yang dikenalnya selain keluarganya.

Lelaki ini hafal tentang semua hal-hal kecil dari perempuan itu. Dari warna yang dia suka, makanan, buku, film, tempat nongkrong, merek baju, dan lain-lain. Dia akan mengenangnya ketika malam, bahkan quick dial di hp yang nomor satu adalah perempuan itu. Berjaga-jaga agar kapanpun dia bisa dengan cepat menghubunginya.

Lelaki ini akan datang jika perempuan itu memintanya sesibuk apa pun dia. Bagi dia mata perempuan itu adalah bahagianya. Dia akan rela berlama-lama menjaganya. Tidak hanya waktu, tapi hatinya.

Read More ...

3 comments



Aku ingat. Itu adalah bahagiaku. Ketika kamu mengatakan, "Apapun yang terjadi, aku di sini. Bersamamu."

Read More ...

4 comments


Suatu hari, kalau bertemu lagi, bisa jadi kita saling bercerita tentang betapa menyenangkannya kita dulu. Percakapannya, kumpul-kumpulnya, kegilaannya, perjalanannya ke mana saja. Tidak akan habis untuk menuliskannya dalam satu cerita. Menertawakan kebodohan-kebodohan kita sampai perutku sakit atau sampai matamu mengeluarkan airmata saking menyenangkannya.

Lalu tiba-tiba kita rindu tapi tak bisa melakukan apa-apa dengan itu.

Kita hanya saling memandang dan berusaha berpelukan melalui tatapan.

Merasakan perihnya pertanyaan yang seketika mengemuka, "Kenapa dulu kita tidak bersama saja?"

Read More ...

6 comments



Aku membaca lagi percakapan kita di sms, email, maupun social media, lalu aku sering tersenyum dan tertawa.

Kita dulu semenyenangkan itu, ya?

Kenapa dulu kita tidak bersama saja?




Read More ...

2 comments




Sebelum aku tak lagi mencintaimu, kamu selalu menjadi tujuan favorit bagi ingatanku. Aku akan memilin cerita demi cerita ketika kita sedang berbincang berdua lalu menertawainya. Mengagumkan bagaimana satu cinta bisa membuat dua hati merasa nyaman. Seperti kita.

Sebelum aku tak lagi mencintaimu, aku akan merindukan pagi untuk cepat datang lagi. Itu satu-satunya kesempatan untuk melihatmu kembali. Tersenyum ketika dua pasang mata kita saling bertemu, mengirimkan sms-sms tidak jelas asalkan ada bahan untuk berbicara denganmu, atau menyeruput kopiku sengaja lebih pelan dari biasanya agar aku juga bisa bersamamu lebih lama.
Read More ...

9 comments


Dia pernah menyita waktuku. Membuatku selalu merindukan pagi untuk bisa berbincang dengannya lagi.

Lalu kami akan membentuk fragmen-fragmen kami berdua, potongan-potongan percakapan yang kadang bodoh, tapi selalu menyenangkan. Fragmen-fragmen yang pada saat itu, baik aku dan dia tidak pernah tahu akan menjadi apa. Menjadi kenangan jika ternyata kami terpisah di 'jalan', atau menjadi ajang berbagi cerita kalau nanti waktu memutuskan kami untuk berbahagia bersama.

Dia memiliki sebuah kebiasaan yang mungkin dia tidak pernah sadar. Bahwa satu 'Hai' darinya saja, bisa secara otomatis memunculkan senyumku. Itu kebiasaannya. Memunculkan senyumku begitu saja.
See? Its funny how love can make you smile magically. 

Read More ...

4 comments

Bahagia itu, aku memetik gitar dan kamu menyanyi. Kemudian kamu mencibir jariku yang bisa memetik seperti perempuan, dan aku berkata telingaku sakit ketika kamu mulai menyanyi. Lalu kita tertawa bersama.

Bahagia itu, aku mencintaimu, dan aku selalu tahu bahwa kamu membalas dengan sama besarnya sepertiku. Tapi kita tetap berdebat tentang cinta siapa yang lebih besar.

Bahagia itu, kita.

Karena kalau definisi jatuh cinta adalah 'merasa nyaman', berarti aku jatuh cinta denganmu di setiap harinya.
Read More ...

5 comments


Sayang, I'm sorry, if somehow I don't propose you nicely. Somehow I fell a sleep when you need to talk to me. Or somehow I can't be with you when you feel unwell or when you're feeling lonely.

Aku baca buku fiksi hari ini. Dan sampai pada cerita tokoh utama sedang berbulan madu berdua di sebuah hotel menyenangkan di Bali, I swear to God I almost cried cause I want to treat you that way. Atau pada saat tokoh lain menceritakan bagaimana dia dilamar calon suaminya, I feel sorry cause I don't propose you as sweet as that story.
Read More ...

2 comments


"Aku tidak bahagia," katamu.

Lalu kita diam. Aku tidak pernah mengalami kediaman sampai sehening itu sebelumnya, sayang. Tidak pernah sampai seperti itu.

Aku diam karena shock begitu tahu kalau ternyata kamu tidak pernah merasa cinta atau bahagia. Sementara aku tidak tahu kamu diamnya karena apa.


Read More ...

9 comments

Aku dengar, kamu sedang terluka sekarang. Ditinggalkan oleh seseorang yang dulu selalu kamu kejar. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, tapi semoga kamu baik-baik saja.

Aku dengar, kamu lebih kurus sekarang. Katanya mungkin karena kamu terlalu memikirkan kehilanganmu, sehingga melupakan dirimu sendiri. Itu kesalahan seseorang yang sering terjadi ketika dia kehilangan.

Jangan terlalu dipikirkan. 'Seseorang yang memang ditakdirkan bukan untukmu, tidak akan pernah menjadi milikmu'. Sesederhana itu. Kalau kamu bisa menerima itu, kamu akan bisa kembali berjalan. Lalu bisa jatuh cinta lagi, dan mungkin juga patah hati lagi. Tidak apa-apa. Hal itu terjadi kepada semua orang. Tapi pada waktunya nanti, jatuh cintamu akan berhenti. Berhenti pada dia yang datang dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pada dia yang akan bersedia menemanimu sehari-hari.

Read More ...

4 comments



Aku pernah berani melakukan apa saja demi semenit melewatkan waktu untuk berbahagia bersamamu. Ingat? I adore you. Aku sampai berubah untukmu. Aku memberikan semua waktuku hanya agar hatimu tetap nyaman bersamaku. Tapi lihat yang kamu lakukan, kamu berubah menjadi seseorang yang selama ini kamu selalu berjanji kepadaku tidak akan menjadi orang seperti itu.

Dan sekarang aku dengar kamu bertanya kepada semua orang di mana aku. Kamu mengatakan kepada seseorang bahwa kamu menyesal, dan sekarang ingin kembali mencintaiku. 
Kalau begitu, aku ingin bertanya kepadamu. Ketika rinduku dulu menumpuk dan aku hampir kehilangan kewarasanku, di mana kamu? 

Read More ...

17 comments




Blog Zarry, 4 September 2012, 13.07


Masih ingat ketika dulu kita masih bersama? Begitu banyak kebahagiaan di sana. 

Kita adalah sepasang, tempat di mana orang-orang yang mengenal kita menyatakan kekaguman. Aku pintar merayu, kamu pintar menyanyikan lagu. Jadi, ketika kamu marah dan tidak mau bicara, aku akan merayumu dengan membawa brownies kesukaanmu atau membelikanmu buku. Kadang-kadang, aku akan membuatkan puisi gombal dan membacakannya di depanmu. Biasanya itu sangat manjur. Karena setelah itu kamu akan kembali bermanja-manja denganku. Kalau sedang beruntung, kamu akan mengambil gitarmu dan menyanyikan lagu-lagu favoritku. 

Read More ...

5 comments

Ya. Aku memutuskan untuk berhenti menulis tentangmu.

Mulai sekarang semua fiksi, catatan dan kicauan tidak akan lagi tentangmu. Tentu saja termasuk tulisan ini.

Tidak akan lagi ada penggambaran tentang senyummu yang kalau aku melihatnya selalu membuatku tidak bisa berkata apa-apa itu. 

Tidak ada juga di fiksiku tentang penggambaran seorang gadis cantik berambut panjang, persis sepertimu.

Tidak ada kebiasaan-kebiasaanmu seperti bersenandung atau menemukan seseorang yang ‘aneh’ lalu mendekat dan berbisik, ‘Eh, lihat gak orang … bla.. bla..bla.” Lalu kamu tertawa.

Read More ...

7 comments

Kapan-kapan kalau kamu tidak keberatan, kamu bisa mengingat kembali apa saja yang pernah kulakukan. Perhatiannya, waktunya, kehangatannya. Lalu kamu bisa membandingkan dengan apa pun yang dilakukannya untukmu. Mungkin, kamu akan sampai pada keputusan 'Tidak Seimbang'. 

Seberapapun dia melakukan apa pun untukmu, aku selalu pernah melakukannya lebih banyak. Tapi kamu mungkin untuk mengingatnya saja keberatan.


Read More ...

6 comments